TARAKAN, NETIZEN BORNEO โ€“ Kebakaran menghanguskan satu unit rumah milik Fatrusi (Jerry) di kawasan Kelurahan Kampung Empat, Tarakan Timur, Kalimantan Utara, Jumat (6/11/2026) pagi. Petugas Pemadam Kebakaran (PMK) Tarakan bergerak cepat setelah menerima informasi kebakaran sekitar pukul 09.20 WITA.

Hanya berselang dua menit setelah informasi diterima, personel langsung bersiap dan meluncur menuju lokasi. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 09.29 WITA dan mulai melakukan penyiraman sekitar pukul 09.30 WITA.

Bangunan Separuh Hangus Saat Petugas Tiba

Kepala Satpol PP dan PMK Tarakan, Sofyan, mengatakan sebagian besar bangunan sudah terbakar ketika petugas tiba.

“Personel sampai di TKP pukul 09.29 WITA dan pada pukul 09.30 WITA sudah mulai penyiraman, tapi kondisi rumah separuh sudah habis, separuh karena ukuran rumahnya juga tidak terlalu besar,” ungkap Sofyan di lokasi kejadian.

Akses Perbukitan Jadi Tantangan

Kondisi bangunan dan lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Rumah yang terbakar sebagian besar berbahan kayu. Lokasinya berada di kawasan perbukitan dengan akses menuju tempat kejadian perkara (TKP) cukup rumit.

Untuk menjangkau titik kebakaran, petugas harus mengulur sekitar lima gulung selang pemadam. Panjang total selang diperkirakan mencapai 125 meter.

PMK Tarakan mengerahkan tiga armada dalam penanganan tersebut. Armada terdiri dari satu unit Kajama serta dua unit mobil suplai berkapasitas 10 ton dan 5 ton. Sebanyak 21 personel terlibat dalam proses pemadaman.

Antisipasi Api di Tanah Mengandung Batubara

Sofyan menjelaskan estimasi waktu pemadaman berlangsung sekitar 15 hingga 20 menit. Namun, petugas tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan yang memiliki kandungan batubara pada struktur tanahnya.

Karena itu, penyiraman awal tidak hanya difokuskan pada bangunan yang terbakar. Petugas juga menyiram sisi kanan dan kiri bangunan untuk mengantisipasi potensi api menjalar di dalam tanah.

“Estimasinya sebetulnya tidak terlalu lama, ini sekitar 15 sampai 20 menit. Tapi yang kita pastikan karena lokasi di sini adalah pergunungan dan kondisi kultur tanah ini ada mengandung batubara, makanya tadi kita melakukan awal itu adalah penyemprotan sisi kanan, sisi kirinya,” ungkap Sofyan.

Tidak Ada Korban Jiwa

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena penghuni sedang tidak berada di rumah. Kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Meski demikian, penyebab pasti masih diselidiki.

Pihak PMK menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan penyebab kebakaran kepada kepolisian. Kerugian materiil dan penyebab resmi masih menunggu klarifikasi pihak berwenang.

Imbauan Waspada bagi Warga

Sofyan mengingatkan masyarakat, khususnya warga Kelurahan Kampung Empat yang bermukim di kawasan lereng maupun atas gunung, agar selalu waspada.

“Imbauan kepada masyarakat khususnya warga Kelurahan Kampung Empat agar lebih memperhatikan lagi kondisi alam, jangan membakar di sembarang tempat, cabut semua aliran listrik ketika bepergian, jangan meninggalkan sekecil apapun yang bisa mengakibatkan terjadinya kebakaran,” pungkas Sofyan.(Mad)


๐Ÿ“ NETIZEN BORNEO โ€” Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo
๐ŸŒ Website: www.netizenborneo.com
๐Ÿ“ฑ Instagram: netizen_neo
๐ŸŽฅ TikTok: netizen__neo
๐Ÿ“ฉ Email Redaksi: info@netizenborneo.com
๐Ÿ’ฌ WhatsApp Redaksi: 0821-3555-5475