BALIKPAPAN, NETIZEN BORNEO โ€“ Balikpapan Art Fair 2026 akan berlangsung pada 5โ€“8 November 2026 di Taman Bekapai dan Balikpapan Creative Center (Gedung Parkir Klandasan), Balikpapan. Kegiatan ini menjadi bagian dari Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Timur sekaligus rangkaian Pekan Budaya Borneo 2026.

Inisiator Balikpapan Art Fair, Panca Bayumurti, mengatakan acara ini melibatkan sekitar 100 seniman dan pelaku ekonomi kreatif. Sebanyak 20 komunitas dan sanggar dari berbagai disiplin seni turut berpartisipasi. Seniman dari Palu, Sulawesi Tengah, juga akan datang untuk terlibat dalam musik, performance art, tari, dan pertunjukan lainnya.

Berawal dari Proposal Perorangan

Panca menjelaskan Balikpapan Art Fair berawal dari gagasan pribadinya. Ia mengajukan proposal perorangan dalam skema Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Timur. Proposal tersebut lolos.

“Namun, saya berpikir bahwa manfaat fasilitasi ini jangan hanya berhenti pada kepentingan pribadi. Saya ingin kesempatan ini bisa dirasakan lebih luas, khususnya oleh teman-teman seniman, komunitas, dan pelaku seni di Balikpapan,” ujar Panca.

Karena itu, ia mengembangkan gagasan tersebut menjadi kegiatan bersama melalui Seni Bergerak. Tujuannya menghadirkan ruang pertemuan, kolaborasi, apresiasi, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi para pelaku seni.

Seni Rupa sebagai Titik Temu

Balikpapan Art Fair 2026 mengusung tema “Seni Rupa sebagai Titik Temu, Kolaborasi sebagai Metode, Kebudayaan sebagai Ruang Tumbuh”. Panca menjelaskan tema ini ingin mendorong seluruh disiplin seni bergerak bersama.

“Seni rupa kami jadikan titik temu, bukan untuk membatasi kegiatan hanya pada seniman rupa, tetapi justru menjadi pintu masuk bagi musik, tari, teater, performance art, dan disiplin seni lainnya,” jelasnya.

Kolaborasi yang dimaksud bukan sekadar antarlembaga atau dengan pemerintah. Panca menekankan kolaborasi antarsesama pelaku seni. Ia ingin Balikpapan Art Fair menjadi persembahan bersama dalam merayakan seni.

Rangkaian Acara

Selama empat hari, pengunjung dapat menikmati beragam aktivitas seni dan budaya. Acara meliputi Bazar Lukisan dan Pasar Seni Rupa, Live Art dan Workshop, Artist Talk, Pertunjukan dan Musik, Lomba Mewarnai dan Melukis, serta Permainan Tradisional. Masih banyak aktivitas menarik lainnya.

Dorong Agenda Tahunan

Panca berharap Balikpapan Art Fair menjadi agenda tahunan kota. Ia sudah melakukan audiensi dan komunikasi dengan DPRD Kota Balikpapan melalui Wakil Ketua III DPRD, Budiono, serta Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga, Ratih.

“Harapannya, ke depan kegiatan ini bisa mendapatkan dukungan dan penganggaran dari Pemerintah Kota Balikpapan sehingga keberlangsungannya lebih terjamin,” ujarnya.

Panca menegaskan Balikpapan Art Fair bukan kegiatan dadakan. Sebelumnya, melalui Seni Bergerak, ia sudah melakukan berbagai kegiatan yang melibatkan komunitas dan pelaku seni lintas disiplin. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kerja-kerja kebudayaan yang sudah dibangun.

Terkait Pekan Budaya Borneo 2026

Balikpapan Art Fair awalnya direncanakan secara mandiri untuk November 2026. Pada bulan yang sama, Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Timur menyelenggarakan Pekan Budaya Borneo 2026. Pihak Balai kemudian mengajak mengintegrasikan Balikpapan Art Fair ke dalam rangkaian kegiatan tersebut.

“Kami menyambut baik kesempatan ini karena bisa memperluas jangkauan dan jejaring kegiatan. Jadi, Balikpapan Art Fair tetap merupakan gagasan dan inisiatif saya yang dikembangkan bersama Seni Bergerak melalui fasilitasi Pemajuan Kebudayaan, sementara Pekan Budaya Borneo merupakan agenda Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Timur,” jelas Panca.

Harapan untuk Seni Kaltim

Panca berharap seni rupa di Kalimantan Timur tumbuh dengan ekosistem yang sehat. Seniman membutuhkan ruang berkarya, ruang apresiasi, akses pasar, jejaring, dan kesempatan berkembang. Pemerintah juga diharapkan hadir membangun keberlanjutan ekosistem tersebut.

“Saya ingin seniman Kalimantan Timur memiliki kemandirian, posisi tawar, dan kesempatan yang lebih luas, tanpa kehilangan identitas serta karakter lokalnya,” ujarnya.(Far)


๐Ÿ“ NETIZEN BORNEO โ€” Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo
๐ŸŒ Website: www.netizenborneo.com
๐Ÿ“ฑ Instagram: netizen_neo
๐ŸŽฅ TikTok: netizen__neo
๐Ÿ“ฉ Email Redaksi: info@netizenborneo.com
๐Ÿ’ฌ WhatsApp Redaksi: 0821-3555-5475