SAMARINDA, NETIZEN BORNEO โ Kebakaran melanda bangunan bangsalan dua lantai di Jalan Sepakat RT 17, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda, Minggu (1/11/2026) pagi. Seorang anak berusia enam tahun tewas terjebak di dalam kamar saat api membakar bangunan tersebut. Peristiwa terjadi sekitar pukul 07.40 WITA dan sempat mengundang kepanikan warga.
Asap tebal terlihat keluar dari salah satu pintu bangunan. Warga yang mengetahui kejadian langsung berupaya memberikan pertolongan dan membantu memadamkan api.
Ibu Selamatkan Dua Anak, Satu Tertinggal
Di tengah situasi mencekam, ibu korban berhasil menyelamatkan dua anaknya yang lain ke luar bangunan. Namun, kepanikan berubah menjadi histeris ketika ia menyadari masih ada satu anaknya yang tertidur di dalam kamar lantai bawah.
Menyadari anaknya masih terjebak, sang ibu berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar kemudian berupaya menerobos masuk untuk menyelamatkan korban.
Warga Dobrak Pintu Terkunci
Salah seorang saksi mata, Hayul Koyum, menceritakan upaya warga masuk ke dalam bangunan. Namun, upaya pertolongan awal tidak berjalan mudah karena pintu belakang bangunan terkunci. Warga akhirnya mendobrak pintu agar dapat menjangkau kamar tempat korban berada.
“Posisi pintu belakang saat itu terkunci, jadi langsung kami dobrak. Begitu berhasil masuk, api di dalam kamar sudah menyala dan mulai menyebar. Kami mau langsung masuk menyelamatkan anaknya tapi tidak bisa karena api menutup pintu kamar,” ujar Hayul.
Kondisi tersebut membuat warga harus mengendalikan kobaran api lebih dahulu. Mereka bergotong royong memadamkan api agar jalur masuk dapat dibuka dan korban segera dievakuasi.
Korban Ditemukan Tertutup Selimut
Setelah api berhasil dikendalikan, warga menemukan korban berada di dalam kamar dalam kondisi tertutup selimut dan tidak sadarkan diri. Korban kemudian dievakuasi dan mendapat pertolongan pertama sebelum dilarikan ke puskesmas.
Namun, nyawa anak tersebut tidak dapat diselamatkan meski telah mendapatkan penanganan medis. Tangis sang ibu pecah saat mengetahui anaknya dievakuasi dalam kondisi tidak bergerak.
Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Iptu Dedi Lantang, mengatakan titik awal kebakaran diduga berasal dari salah satu kamar di lantai bawah yang dihuni korban.
“Setelah dilakukan pertolongan medis diketahui dan dinyatakan anak tersebut meninggal dunia,” ujar Iptu Dedi.
Polisi Selidiki Penyebab
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab kebakaran. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung, termasuk mendalami penyebab kematian korban.(Riz)
๐ NETIZEN BORNEO โ Suara Warga Kalimantan, Mata Hati Borneo
๐ Website: www.netizenborneo.com
๐ฑ Instagram: netizen_neo
๐ฅ TikTok: netizen__neo
๐ฉ Email Redaksi: info@netizenborneo.com
๐ฌ WhatsApp Redaksi: 0821-3555-5475

